Isu Terkini
Disuruh Membeli Sesuatu, Lalu Dibelikan Barang Lain
[gallery columns="2" size="medium" ids="5379,5380"]
Pertanyaan :
Bagaimana hukum seorang yang disuruh membeli barang kemudian uangnya dibelikan barang lain?
Jawaban :
Apabila ada tanda-tanda yang menunjukkan, bahwa yang dimaksudkan itu barang tertentu dengan sungguh-sungguh atau ditentukan, maka pesuruh tidak boleh membeli barang lainnya. Tetapi apabila diketahui, bahwa maksudnya memberi kebebasan sebagaimana biasanya, maka pesuruh boleh membeli barang sesukanya.
Keterangan dalam kitab :
1. Al-Syarwani 'ala Tuhfah¹
قال شيخنا الزيادي ومثل ذلك ما لو قال خذه واشتر به كذا فإن دلت القرينة على قصده ذلك حقيقة أو أطلق وجب شراءه ولو مات قبل صرفه في ذلك انتقل لورثته ملكا. وإن قصد التبشط المعتاد صرفه كيف شاء، إهـ ع ش.
Menurut Syeikh al-Ziyady, seandainya ada orang berkata pada orang lain "ambillah ini dan pakailah untuk membeli sesuatu". Jika memang terdapat indikator yang menunjukkan maksud yang sebenarnya dari orang yang dimaksud, maka yang disuruh harus membeli barang yang diinginkannya. Seandainya yang menyuruh tersebut mati sebelum dipergunakan, maka beralih pada ahli waris sebagai hak milik. Namun, jika yang menyuruh bermaksud untuk memberikan kebebasan sebagaimana kebiasaan yang berlaku pada umumnya, maka yang disuruh tersebut boleh mempergunakannya sesuai dengan keinginannya. Demikian pendapat Ali Syibramallisi.
Sumber :
¹Abdul Hamid al-Syirwani, Hasyiyah al-Syirwani 'ala Tuhfah al-Muhtaj, (Beirut: Dar Ihya al-Turats al-Arabi, t. th.), Jilid VI, h. 301.
Disarikan dari :
KEPUTUSAN MUKTAMAR NAHDHATUL ULAMA KE-4 Di Semarang Pada Tanggal 14 Rabiuts Tsani 1348 H. / 19 September 1929 M. : Disuruh Membeli Sesuatu, Lalu Dibelikan Barang Lain
BuyaSoni Media ????️
FB, Youtube : Buya Soni
IG : @buyasoni @daarulhidayah
Telegram : Buya Soni Official
Website : www.daarulhidayah.com
========= ❁❁❁❁ =========
???? WA Grup Buya Soni
☏ 0853-2335-5549
???? Diizinkan untuk di sebarluaskan