Pertanyaan : Seorang yang tak pernah shalat dan puasa selama hidupnya, ia adalah putra Indonesia, sewaktu meninggal dunia. Apakah ia dirawat sebagai orang Islam, ataukah tidak?
Jawaban : Betul harus dirawat sebagai orang Islam, karena dia itu orang Islam selama tidak menyatakan kekufuran, dalam perkataan atau perbuatan.
Keterangan, dari kitab:
1. Al-Iqna
وَيُحْكَمُ لِلصَّبِيِّ أَوْ لِلصَّغِيْرِ ذَكَرًا كَانَ أَوْ أُنْثَى أَوْ خُنْثَى بِالإِسْلَامِ عِنْدَ وُجُودِ ثَلَاثَةِأَسْبَابٍ أَوَّلُهَا مَا ذَكَرَهُ بِقَوْلِهِ أَنْ يُسْلِمَ أَحَدُ أَبَوَيْهِ.
Seorang anak kecil lelaki ataupun perempuan atau pula banci dihukumi sebagai orang Islam jika sudah terdapat tiga sebab, yang pertama salah satu dari kedua orang tuanya telah Islam.
2. Bughyah al-Mustarsyidin
(مَسْأَلَةُ ب) يَجِبُ تَجْهِيزُ كُلِّ مُسْلِمٍ مَحْكُومٍ بِإِسْلامِهِ وَإِنْ نَحَشَتْ ذُنُوبُهُ وَكَانَ تَارِكًالِلصَّلَاةِ وَغَيْرِهَا مِنْ غَيْرِ جُحُودٍ.
Wajib merawat (jenazah) setiap muslim yang dihukumi/diakui islamnya walaupun banyak dosanya, meninggalkan shalat dan lainnya selama tidak mengingkarinya.
Keputusan Muktamar Nahdhatul Ulama Ke-8
di Jakarta Pada Tanggal 12 Muharram 1352 H/7 Mei 1933 M.