BENARKAH DOA AKHIR DAN AWAL TAHUN ITU BID’AH?

Oleh :

*_Gus Ahmad Rifai_*

 

Menjelang pergantian tahun hijriah, bertebaran dimana-mana postingan sebagai _reminder_ / pengingat agar umat muslimin membaca doa akhir dan awal tahun.

 

Disisi lain, juga bermunculan artikel atau video yang melarang umat muslimin untuk membaca doa tersebut. *Bagaimana kita menyikapinya ?*

 

1️⃣ *Berdoa merupakan perintah Allah SWT dalam tiap kondisi dan waktu.*

 

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ (60)

“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina”. (QS. Ghafir : 60).

 

*Perintah berdoa dalam ayat di atas bersifat mutlak dan umum. Karena itu berdoa pada akhir tahun dan awal tahun, masuk dalam keumuman perintah ayat tersebut.*

 

2️⃣ *Dalil Khusus Doa Akhir dan Awal Tahun*

 

🅰️ *Dalil Qiyas*

Dalam beberapa kitab hadits, kita dapat menemukan hadits yang menerangkan bahwa Nabi Muhammad SAW berdoa tiap perpindahan bulan.

 

عَنْ طَلْحَةَ بْنِ عُبَيْدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا رَأَى الْهِلاَلَ قَالَ: ” اَللهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَاْلإِيْمَانِ وَالسَّلاَمَةِ وَاْلإِسْلاَمِ رَبِّيْ وَرَبُّكَ اللهُ ” رواه الدارمي والترمذي وقال: حديث حسن

Dari Thalhah bin Ubaidillah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam apabila melihat hilal (bulan pada tanggal 1, 2 dan 3), maka beliau berdoa: “Ya Allah, perlihatlah bulan ini kepada kami dengan kebahagiaan, keimanan, keselamatan dan keislaman. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah.” (HR. al-Darimi [1730] dan al-Tirmidzi [3451]. Al-Tirmidzi berkata: “Hadits ini hasan”)

 

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَى الْهِلاَلَ قَالَ : “اَللهُ أَكْبَرْ ، اَللّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِاْلأَمْنِ وَاْلإِيْمَانِ وَالسَّلاَمَةِ وَاْلإِسْلاَمِ ، وَالتَّوْفِيْقِ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللهُ”. رواه الدارمي

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila melihat hilal, maka berdoa: “Allah Maha Besar. Ya Allah, perlihatkanlah bulan ini kepada kami dengan keamanan, keimanan, keselamatan, keislaman dan pertolongan pada apa yang Engkau cintai dan Engkau ridhai. Tuhan kami dan Tuhanmu adalah Allah.” (HR. al-Darimi [1729]).

 

عَنْ قَتَادَةَ ، أَنَّهُ بَلَغَهُ ، أَنَّ نَبِيَّ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا رَأَى الْهِلاَلَ قَالَ : ” هِلاَلُ خَيْرٍ وَرُشْدٍ ، هِلاَلُ خَيْرٍ وَرُشْدٍ ، هِلاَلُ خَيْرٍ وَرُشْدٍ ، آَمَنْتُ بِاللهِ الَّذِيْ خَلَقَكَ ” ، ثلاث مرات ، ثم يقول : ” اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ ذَهَبَ بِشَهْرِ كَذَا وَجَاءَ بِشَهْرِ كَذَا “. رواه ابو داود

Dari Qatadah, bahwa telah sampai kepadanya, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam apabila melihat hilal, maka berdoa: “Semoga bulan ini membawa kebaikan dan petunjuk. Semoga bulan ini membawa kebaikan dan petunjuk. Semoga bulan ini membawa kebaikan dan petunjuk. Aku beriman kepada Allah yang telah menciptakanmu.” Sebanyak tiga kali, kemudian berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah membawa pergi bulan ini, dan datang dengan bulan ini.” (HR. Abu Dawud [5092]).

 

ﺗﻌﻘﻴﺐ: ﻗﺎﻝ ﻋﺒﺪ اﻟﻘﺎﺩﺭ اﻷﺭﻧﺎﺅﻭﻁ 1 / 160: ﻭﻟﻪ ﺷﻮاﻫﺪ ﻣﺮﺳﻠﺔ ﻭﻣﻮﺻﻮﻟﺔ ﻳﻘﻮﻯ ﺑﻬﺎ، ﻣﻨﻬﺎ اﻟﺬﻯ ﺑﻌﺪﻩ ﻭﻓﻰ اﻟﺒﺎﺏ ﻋﻦ ﻋﻠﻰ ﻭﻋﺒﺎﺩﺓ ﺑﻦ اﻟﺼﺎﻣﺖ ﻭﺭاﻓﻊ ﺑﻦ ﺧﺪﻳﺞ ﻭﻋﺎﺋﺸﺔ ﻭﻏﻴﺮﻫﻢ.

Syekh Abdul Qadir al-Arnauth dalam Hamisy Radlatul Muhadditsin yang mengatakan bahwa hadis di atas memiliki banyak hadis penguat, baik mursal atau maushul, yang menguatkan sanadnya. Di antaranya riwayat sesudahnya dari Ali, Ubadah bin Shamit, Rafi’ bin Khudaij, Aisyah dan sebagainya.”

 

*Hadits-hadits di atas menunjukkan anjuran membaca doa di perpindahan bulan. Dengan begitu, doa akhir dan awal tahun, dianjurkan juga dengan diqiyaskan pada doa akhir dan awal bulan di atas.*

 

*Tentang qiyas, hal ini telah diakui dalam ijma’ ulama’ sebagai salahsatu sumber dalil dalam Islam. Sejak generasi salaf, para sahabat, ahli hadits dan para imam madzhab, termasuk Imam Ahmad bin Hanbal, Imam al-Bukhari dan lain-lain. Bahkan Syaikh Ibnu Baz juga banyak melakukan qiyas dalam bab ibadah, sebagaimana dapat dibaca dalam sebagian fatwa-fatwa beliau.*

 

🅱️ *Dalil Shorih Doa Akhir dan Awal Tahun*

 

ﻋﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻫﺸﺎﻡ ﻗﺎﻝ: ﻛﺎﻥ ﺃﺻﺤﺎﺏ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ – ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻳﺘﻌﻠﻤﻮﻥ ﻫﺬا اﻟﺪﻋﺎء ﺇﺫا ﺩﺧﻠﺖ اﻟﺴﻨﺔ ﺃﻭ اﻟﺸﻬﺮ: اﻟﻠﻬﻢ! ﺃﺩﺧﻠﻪ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﺑﺎﻷﻣﻦ ﻭاﻹﻳﻤﺎﻥ، ﻭاﻟﺴﻼﻣﺔ ﻭاﻹﺳﻼﻡ، ﻭﺭﺿﻮاﻥ ﻣﻦ اﻟﺮﺣﻤﻦ، ﻭﺟﻮاﺯ ﻣﻦ اﻟﺸﻴﻄﺎﻥ. رواه اﻟﻄﺒﺮاﻧﻲ ﻓﻲ “اﻷﻭﺳﻂ”

ﻗﺎﻝ اﻟﻬﻴﺜﻤﻲ: “ﻭﺇﺳﻨﺎﺩﻩ ﺣﺴﻦ”

Dari Abdullah bin Hasyim, ia berkata bahwa para Sahabat Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mempelajari doa berikut jika memasuki tahun atau bulan “Ya Allah, masukan kami ke dalamnya dengan aman, iman, selamat dan Islam. Mendapatkan ridho Allah dan dijauhkan dari gangguan syetan” (HR Thabrani, Al Hafizh Al Haitsami menilai Hasan)

 

Imam Jalâlul Millah wad Dîn As Suyûthî menyebutkan doa dari Rasulullah SAW pada akhir tahun sebagai berikut :

اللهم ما عملت من هذه السنة مما نهيتني عنه ولم ترضه ، وحلمت علي مع قدرتك على عقوبتي ، ودعوتني إلى الطاعة بعد جرأتي على معصيتك ، فإني أستغفرك منه ، وﻣﺎ عملتُ ﻓﻴﻬﺎ ﻣﻦ عملٍ ﺗﺮﺿﺎﻩ ﻭﻭﻋﺪﺗﻨﻲ ﻋﻠﻴﻪ الثوابَ ، ﻓﺈﻧﻲ ﺃﺳﺄﻟﻚ ﺃﻥ ﺗﺘﻘﺒﻠﻪ ﻣﻨﻲ ، ﻭﻻ ﺗﻘﻄﻊ ﺭﺟﺎﺋﻲ ﻣﻨﻚ ﻳﺎ ﻛﺮﻳﻢ ، ﻭﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭصحبه ﻭﺳﻠﻢ

Imam As Suyûthî juga mengutip doa awal tahun dari Rasulullah SAW seraya berkata :

أنه قال:ما من عبد يصلي أول يوم من المحرم ركعتين يقرأ فيهما ما شاء فإذا فرغ من صلاته رفع يديه ثم قال:

Tidaklah seorang hamba sholat di awal hari dari Bulan Muharrom sebanyak 2 rokaat dengan membaca (ayat Al Qur’an) apapun yang ia kehendaki, kemudian ketika dia selesai dari sholat, dia mengangkat kedua tangannya kemudian berdoa :

 

اَللَّهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِه، وَالعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

Allâhumma antal abadiyyul qodîmul awwal, wa ‘alâ fadhlikal ‘azhîmi wa karîmi jûdikal mu‘awwal. Hâdzâ ‘âmun jadîdun qod aqbal. As-alukal ‘ishmata fîhi minas syaithôni wa auliyâ-ih, wal ‘auna ‘alâ hâdzihin nafsil ammâroti bis sû-i, wal isytighôla bimâ yuqorribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrôm.

 

إلا وكل الله به ملكا يُذهب عنه الشيطان وأعانه على نفسه ورأى اليسر في جميع أموره وإن عاش الى تمام السنة يقول الشيطان: قد آيسنا منه جميع السنة

Terkecuali pasti Allah mewakilkan malaikat yang mengusir syetan dari sisinya serta Allah menolongnya dari nafsunya dan memberikan kemudahan pada setiap urusan-urusannya sepanjang ia hidup sampai sempurna tahun itu. Setan berkata, “Sungguh kami telah putus asa darinya di sepanjang tahun.” _(Al Safînah al Qôdiriyyah hal. 84)_

 

3️⃣ *Khasiat Ayat Al Quran, Kalimah Thoyyibah, dan Do’a*

 

*Amalan-amalan seperti Membaca Ayat Suci Al Qur’an, Kalimat Thoyyibah, Do’a dan lain-lain dapat menjadi salah satu wasilah memperoleh keselamatan dalam setahun tersebut.*

 

Syaikh Ibnu Qayyimil Jauziyyah, murid terkemuka Syaikh Ibnu Taimiyah, panutan terkemuka kaum Salafi Wahabi berkata:

 

وَمِنَ الْمَعْلُوْمِ أَنَّ بَعْضَ الْكَلامِ لَهُ خَوَاصُّ وَمَنَافِعُ مُجَرَّبَةٌ فَمَا الظَّنُّ بِكَلامِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ الَّذِيْ فَضْلُهُ عَلَى كُلِّ كَلامٍ كَفَضْلِ اللهِ عَلَى خَلْقِهِ الَّذِيْ هُوَ الشِّفَاءُ التَّامُّ وَالْعِصْمَةُ النَّافِعَةُ وَالنُّوْرُ الْهَادِيْ وَالرَّحْمَةُ العَامَّةُ الَّذِيْ لَوْ أُنْزِلَ عَلَى جَبَلٍ َتَصَدَّعَ مِنْ عَظَمَتِهِ وَجَلالَتِهِ قَالَ تَعَالَى وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ للمؤمنين [ الإسراء: 82 ] وَ مِنْ هَا هُنَا لِبَيَانِ الْجِنْسِ لاَ لِلتَّبْعِيْضِ هَذَا أَصَحُّ الْقَوْلَيْنِ. (ابن القيم، زاد المعاد في هدي خير العباد، 2/162).

“Dan telah dimaklumi bahwa sebagian perkataan manusia memiliki sekian banyak khasiat dan aneka kemanfaatan yang dapat dibuktikan. Apalagi ayat-ayat al-Qur’an selaku firman Allah, Tuhan semesta alam, yang keutamaannya atas semua perkataan sama dengan keutamaan Allah atas semua makhluk-Nya. Tentu saja, ayat-ayat al-Qur’an dapat berfungsi sebagai penyembuh yang sempurna, pelindung yang bermanfaat dari segala marabahaya, cahaya yang memberi hidayah dan rahmat yang merata. Dan andaikan al-Qur’an itu diturunkan kepada gunung, niscaya ia akan pecah karena keagungannya. Allah telah berfirman: “Dan kami turunkan dari al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. al-Isra’: 82). Kata-kata “dari al-Qur’an”, dalam ayat ini untuk menjelaskan jenis, bukan bermakna sebagian menurut pendapat yang paling benar. (Ibn al-Qayyim, Zad al-Ma’ad, 2/162).

 

*Perhatikan ‼️dalam pernyataan di atas, Syaikh Ibnu Qayyimil Jauziyyah menjelaskan bahwa khasiat doa dan dzikir termasuk hal yang dimaklumi di kalangan umat Islam.*

 

*Pada dasarnya, berdoa dalam hal kebaikan meskipun secara leterlek tidak diajarkan Nabi, maka tetap diperbolehkan. Apalagi doa tersebut diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Mari kita amalkan doa tersebut, dan juga diperbolehkan untuk berdoa sesuai hajatnya masing-masing TANPA MENYALAHKAN doa yang dilakukan oleh para Ulama.*

 

*BuyaSoni Media* 📽️

 

FB, Youtube : Buya Soni

IG : @buyasoni @daarulhidayah

Telegram : Buya Soni Official

Website : www.daarulhidayah.com

 

========= ❁❁❁❁ =========

📚 WA Grup Buya Soni

☏ 0853-2335-5549

📰 Diizinkan untuk di sebarluaskan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here