Gus Ahmad Rifai

Berikut adalah penjelasan aqidah Islam tentang tempat manusia di Akhirat.

1⃣ Manusia (الناس) dibagi menjadi dua yaitu Kafir (كافر) dan Muslim (مسلم).

🔰Kafir dalam pengertian agama adalah orang yang menutup diri tidak mau menerima kebenaran Islam (Konsep Keesaan Allah SWT dan Kenabian Muhammad SAW).

🔰Maka, menurut aqidah Islam, orang yang meninggal dalam keadaan tidak beriman, maka ia akan ditempatkan di neraka selamanya secara mutlak.

🔰Hal ini sekaligus membantah paham *liberal* yang mengatakan bahwa *’Semua agama sama’* atau *’Semua agama mampu mengantarkan pemeluknya ke Surga’.*

2⃣ Adapun seorang Muslim, maka ia dibagi menjadi dua golongan, yaitu Taat (طاعة) dab Bermaksiat (عاص). Untuk muslim yang meninggal dengan membawa ketaatan, maka ia menempati surga.

3⃣ Sedangkan untuk muslim yang melakukan kemaksiatan, maka ia terbagi menjadi dua, yaitu Bertaubat (تائب) dan Tidak Bertaubat (غيرتائب).

🔰Untuk muslim yang melakukan kemaksiatan dan dia bertaubat kepada Allah, maka ia menempati surga.

4⃣ Sedangkan muslim yang melakukan kemaksiatan dan dia meninggal dalam keadaan belum bertaubat, maka ia dalam keadaan مشيئة, yaitu sesuai kehendak Allah. Apakah Allah akan menunjukkan sifat ‘adil-Nya sehingga ia akan disiksa sesuai dengan kemaksiatan yang telah dilakukan kemudian ia dimasukkan kedalam surga berkat keimanannya pada Allah dan Rasul-Nya atau Allah akan menunjukkan sifat rahmat-Nya sehingga ia akan diampuni oleh Allah.

🔰Hal ini sekaligus membantah paham Mu’tazilah yang memiliki keyakinan bahwa muslim yang berdosa besar, maka di akhirat ia selamanya menempati tempat dimana tempat tersebut bukanlah surga dan bukan neraka. Ia tidak dimasukkan surga karena ia berdosa besar, tetapi ia juga tidak dimasukkan neraka karena ia orang yang beriman.

🔰Kesalahan aqidah juga dimiliki oleh paham Khawarij yang mengatakan bahwa seluruh dosa adalah dosa besar dan seluruh orang yang bermaksiat hukumnya adalah kafir.

*Untuk itu, ayo pahamiaqidahAhlussunnah Wal Jama’ah.

*_Jangan terpengaruh aqidahmu’tazilah, wahabi, syiah, dan liberal !

Tuhfatul Murid ‘alaaJauharotut Tauhid hal 208

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here