MINAL AIDIN WAL FAIZIN yang katanya ucapan Bid’ah

Oleh : Buya Soni

Terdapat artikel bahkan video yang menjelaskan bahwa “Minal Aidin Wal Faizin” tidak boleh diucapkan karena tidak bersumber dari Nabi dan mengandung arti yang jelek. Benarkah hal tersebut ?

  1. Doa, tak terikat dengan waktu, tempat, dan cara yang khusus

Kami sungguh heran kepada rekan-rekan kita yang sibuk untuk menghukumi “ucapan” dan “doa”. Karena sesungguhnya doa adalah ibadah yang tidak terikat oleh waktu, tempat, dan cara yang khusus. Mungkin tiap minggu ‘mereka’ rapat untuk menentukan “kira2 apalagi ya yg mau kita salahkan ?”

Allah SWT berfirman,

وَقَالَ  رَبُّكُمُ  ادْعُونِي  أَسْتَجِبْ  لَكُمْ

Dan Rabbmu berkata, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. (QS. Ghafir : 60)

  1. Tentang Ucapan “Bid’ah”

Mereka menyalahkan ucapan Minal Aidin wal Faizin karena ucapan ini adalah Bid’ah, Nabi saw tak pernah mengucapkannya.

Di seluruh penjuru dunia, ketika masuk di bulan Ramadhan, mereka senantiasa mendoakan saudaranya setiap bertemu dengan doa dan ucapan yang sangat indah, diantaranya adalah :

رمضان كريم

Romadhoon Kariim. Semoga mendapatkan keberkahan di bulan Romadhon ini menjadi bulan yang mulia ini.

لنا ولكم

Lanaa wa lakum. Bagi kamu dan bagi kalian.

عيد كريم

Ied Kariim. Hari Ied yang penuh kemuliaan.

عيد مبارك

Ied Mubaarok. Hari Ied yang penuh keberkahan.

عيد سعيد

Ied Sa’iid. Hari Ied yang penuh kebahagiaan.

Apakah ucapan2 diatas juga dihukumi Bid’ah ?

  1. Ucapan yang berisi kebaikan dan doa serta ucapan saling memaafkan bukan Bid’ah

Kenapa bisa bukan Bid’ah ?

Karena ucapan kebaikan, doa, dan saling memaafkan merupakan perintah dari Allah dan ucapan2 tersebut bernilai ibadah

Terlebih ucapan yang isinya kebaikan, mengandung doa, serta saling maaf-memaafkan, maka hal ini bernilai ibadah di sisi Allah swt.

Sebagaimana firman Allah swt. :

قَوْلٌ مَّعْرُوفٌ وَمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِّن صَدَقَةٍ يَتْبَعُهَا أَذًى ۗ وَاللَّهُ غَنِيٌّ حَلِيمٌ

Perkataan yang baik dan pemberian maaf itu lebih baik daripada sedekah yang diiringi dengan ucapan yang menyakitkan (QS. Al Baqoroh : 263)

Allah SWT berfirman,

قَوْلٌ مَّعْرُوفٌ وَمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِّن صَدَقَةٍ يَتْبَعُهَا أَذًى ۗ وَاللَّهُ غَنِيٌّ حَلِيمٌ

Perkataan yang baik dan pemberian maaf itu lebih baik daripada sedekah yang diiringi dengan ucapan yang menyakitkan (QS. Al Baqoroh : 263)

❗Ucapan Minal Aidin wal Faizin mengandung arti yang buruk

‘Mereka’ mengartikan bahwa

مِنَ الْعَائِدِيْنَ

Minal ‘Aidin. yang memiliki arti Semoga kita kembali.

Yang dimaksud adalah semoga setelah Romadhon meninggalkan kita, kita kembali malas, semoga kita kembali rajin bermaksiat.

وَالْفَائِزِيْنَ.

Wal Faizin. yang memiliki arti Semoga kita memperoleh kemenangan.

Pantaskah bagi seorang muslim merayakan kemenangan bahwa Romadhon telah meninggalkan dirinya ? Bukankah kita harusnya bersedih ?

Ingat, itu kata ‘mereka’. Benarkah hal tersebut ?

Minal Aidin wal Faizin adalah do’a yang memiliki arti yang sangat indah. Akan tetapi sayangnya, diartikan oleh orang yang tidak bertanggung jawab sehingga artinya menjadi ‘ngawur’.

Kalau semua orang boleh mengartikan dengan menggunakan ‘otak-atik’ sendiri, maka semua doa dapat diartikan menjadi buruk.

Semisal doa :

تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ

Taqobbalalloohu minnaa wa minkum. yang memiliki arti Semoga Allah menerima apapun yang kami kerjakan dan yang kalian kerjakan.

Kemudian diartikan secara ‘otak atik’

Oo….. berarti artinya bahwa semoga semua maksiat dan kesalahan kita diterima oleh Allah, berarti doa ini adalah doa yang isinya jelek, tidak boleh diamalkan, bla.. bla.. bla..

Maka, yang jelek bukan “DOA”nya tapi yang salah adalah “SAYA” yang salah dalam mengartikan doa

Karena ternyata teks komplitnya adalah :

تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ صَالِحَ أَعْمَالِنَا وَأَعْمَالِكُمْ.

Semoga Allah menerima apapun yang kami dan kalian lakukan, yaitu berupa amal sholeh.

Begitu juga dengan doa “minal aidin wal faizin” mengandung arti yang sangat indah.

Karena teks komplitnya adalah :

جَعَلَنَا اللهُ وَإِيَّاكُمْ مِنَ الْعَائِدِيْنَ إِلَى الْفِطْرَة وَالْفَائِزِيْنَ بِالْجَنَّة

Semoga Allah SWT menjadikan kami dan kalian termasuk dari golongan orang yang kembali fitrah dan memperoleh keberuntungan berupa surga.

Sangat indah bukan ? Sehingga, yang jelek bukan DOAnya, tapi yang jelek adalah pemahaman yang kurang pas dari orang orang yang tidak bertanggung jawab.

Terlebih, setelah doa tersebut, disambungkan dengan ucapan meminta maaf, “Mohon Maaf Lahir dan Batin.”

Dalam satu rangkaian, terdapat ucapan kebaikan (doa) dan permohonan maaf. Sangat Indah.

Salam Indah.

Wallahu a’lam bis showab

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here